Advertisement
(160 x 600)
Advertisement
(160 x 600)
logo_header_jurnposcom.jpg
Mengabarkan Fakta dan Mencerahkan
Advertisement (728 x 90)
Advertisement
(970 x 90)

Kakanwil Kemenag Sultra Lantik Puluhan Pejabat dan 17 Kepala KUA, Tegaskan Jabatan Bukan Hadiah

Kakanwil Kemenag Sultra H. Mansur saat memberikan arahan dalam acara pelantikan di Aula Kanwil Kemenag Sultra, Kendari.
Kakanwil Kemenag Sultra H. Mansur saat memberikan arahan dalam acara pelantikan di Aula Kanwil Kemenag Sultra, Kendari.
KENDARI, JURNPOS.COM — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Kakanwil Kemenag Sultra), H. Mansur, melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan pejabat manajerial, administrator, serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Aula Kanwil Kemenag Sultra, Kendari, Rabu (2/9/2026).

Pelantikan tersebut diikuti oleh puluhan pejabat di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara. Sebanyak 17 Kepala KUA di wilayah Kabupaten Konawe turut dilantik dan diambil sumpah/janji jabatannya dalam kesempatan tersebut.

Dalam arahannya, H. Mansur menegaskan bahwa jabatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan amanah yang harus dijalankan dengan integritas, komitmen, dan penuh rasa tanggung jawab.

Mansur mengingatkan bahwa setiap penugasan maupun mutasi merupakan kebutuhan organisasi yang telah melalui proses verifikasi secara berjenjang hingga tingkat pusat. Karena itu, setiap ASN yang mendapatkan penugasan maupun mutasi harus dapat menerimanya dengan lapang dada.

“Jabatan ini bukan hadiah, jabatan ini adalah amanah. Karena amanah, pertama akan diawasi oleh pimpinan dan yang kedua akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT,” tegas Mansur.

Menurut Mansur, jabatan yang diberikan kepada ASN bukan sekadar posisi dalam organisasi, tetapi merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Tanggung jawab tersebut harus diwujudkan melalui kinerja, integritas, serta pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Khusus kepada para Kepala KUA yang baru dilantik, Mansur memberikan penekanan mengenai pentingnya kualitas pelayanan. Menurutnya, KUA merupakan etalase Kementerian Agama karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam memberikan berbagai pelayanan keagamaan.

“Para KUA ini adalah etalasenya Kementerian Agama. Oleh karena itu, para KUA harus betul-betul memberikan pelayanan yang berdampak kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelayanan kepada masyarakat membutuhkan kepekaan dan kesiapan dari setiap ASN. Menurutnya, tugas pelayanan tidak semata-mata dibatasi oleh jam kerja, tetapi membutuhkan kesadaran dan tanggung jawab untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan pelayanan.

Karena itu, para Kepala KUA diharapkan mampu memberikan pelayanan yang responsif, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah kerja masing-masing.

Selain menekankan pentingnya pelayanan publik, Mansur mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Ia juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor serta mendukung pelaksanaan delapan program prioritas Kementerian Agama.

Dalam pelantikan tersebut, 17 Kepala KUA Kabupaten Konawe yang dilantik masing-masing adalah Zikirullah Ali sebagai Kepala KUA Sampara, Agunais Samri sebagai Kepala KUA Wonggeduku, Muhammad Arsyad sebagai Kepala KUA Wawotobi, Muhamad Syafri Yandi sebagai Kepala KUA Asinua, dan Muhammad Isra sebagai Kepala KUA Lambuya.

Selanjutnya, Nasir sebagai Kepala KUA Tongauna, Gafarudin sebagai Kepala KUA Meluhu, Jasrin sebagai Kepala KUA Amonggedo, Hasibe sebagai Kepala KUA Konawe, Darmawadi sebagai Kepala KUA Puriala, Muhammad Syahbuddin sebagai Kepala KUA Uepai, serta Ateng sebagai Kepala KUA Anggaberi.

Kemudian Al Fajar sebagai Kepala KUA Bondoala, Muhdar sebagai Kepala KUA Soropia, Juslan sebagai Kepala KUA Latoma, Ahmad Sisrum sebagai Kepala KUA Abuki, dan Gunardi sebagai Kepala KUA Kapoiala.

Mansur meminta para pejabat yang baru dilantik untuk menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Jabatan ini bukan hadiah, jabatan ini adalah amanah. Karena amanah, pertama akan diawasi oleh pimpinan dan yang kedua akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT,” tegas Mansur. (*)

0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar