Advertisement
(160 x 600)
Advertisement
(160 x 600)
logo_header_jurnposcom.jpg
Mengabarkan Fakta dan Mencerahkan
Advertisement (728 x 90)
Advertisement
(970 x 90)

Hadapi Musim Kemarau, Kepala Distrik Seremuk Imbau Warga Jangan Bakar Hutan Sembarangan

Kepala Distrik Seremuk, Kabupaten Sorong Selatan, Jhoni Kaliele(Dok. Pemerintah Distrik Seremuk)
Kepala Distrik Seremuk, Kabupaten Sorong Selatan, Jhoni Kaliele(Dok. Pemerintah Distrik Seremuk)
SORONG SELATAN — Kepala Distrik Seremuk, Kabupaten Sorong Selatan, Jhoni Kaliele mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan menjelang dan selama musim kemarau.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat terjadi ketika kondisi lingkungan mulai kering. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran secara sengaja maupun tanpa pengawasan.

Jhoni Kaliele mengatakan, pencegahan harus dilakukan sejak dini agar api tidak meluas dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun lingkungan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat di Distrik Seremuk agar jangan membakar hutan sembarangan, apalagi dengan sengaja. Kita harus mengantisipasi musim kemarau karena kondisi kering bisa menyebabkan api cepat menyebar,” ujar Jhoni Kaliele.

Menurut Jhoni, masyarakat perlu memahami bahwa api yang berasal dari pembakaran kecil dapat dengan cepat merambat apabila berada di kawasan dengan kondisi kering.

“Masyarakat jangan menganggap remeh api. Kalau sudah masuk ke hutan dan kondisi kering, api bisa sulit dikendalikan. Karena itu, lebih baik kita mencegah daripada nanti kita kesulitan menangani kebakaran,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar hutan maupun lahan agar memperhatikan penggunaan api. Jika penggunaan api memang diperlukan, warga diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

“Kalau ada aktivitas yang menggunakan api, masyarakat harus benar-benar memperhatikan lingkungan sekitar. Jangan meninggalkan api begitu saja. Pastikan semuanya sudah padam sebelum meninggalkan lokasi,” katanya.

Jhoni berharap masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, khususnya ketika cuaca panas dan kondisi lingkungan kering.

“Kami berharap masyarakat bisa menjaga hutan kita bersama. Jangan sampai hutan yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat justru rusak karena kebakaran yang sebenarnya bisa kita cegah,” ujarnya.

Jhoni menegaskan, upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan masyarakat, kepala kampung, aparat kampung dan tokoh masyarakat sangat diperlukan.

Ia meminta kepala kampung dan aparat kampung turut menyampaikan imbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

“Kepala kampung dan aparat kampung juga kami harapkan terus menyampaikan imbauan ini kepada masyarakat. Kita harus bergerak bersama karena hutan dan lingkungan ini merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Masyarakat juga diminta saling mengingatkan apabila menemukan adanya aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Saya mengajak kita semua untuk saling mengingatkan. Kalau melihat ada yang membakar sembarangan, tolong ditegur dan diingatkan dengan baik. Jangan menunggu sampai api membesar baru kita bertindak,” katanya.

Menurut Jhoni, kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mencegah terjadinya kebakaran.

“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga mempunyai peran penting untuk menjaga lingkungan. Kalau kita semua peduli dan saling mengingatkan, saya yakin kebakaran hutan bisa kita cegah,” jelasnya.

Selain menghindari pembakaran, Jhoni meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau mengetahui adanya aktivitas pembakaran yang berpotensi menyebabkan kebakaran meluas.

“Kalau melihat ada api atau kebakaran, jangan dibiarkan. Segera informasikan kepada pemerintah kampung atau pihak terkait agar bisa ditangani lebih cepat sebelum api meluas,” tambahnya.

Imbauan tersebut ditujukan kepada masyarakat di Kampung Srer, Tofot, Kamaro, Haha, Sbir, Woloin, Klaogin, dan Kakas yang berada di wilayah Distrik Seremuk.

Jhoni berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan agar musim kemarau dapat dilalui tanpa terjadi kebakaran yang merugikan masyarakat.

“Harapan saya, selama musim kemarau ini tidak ada masyarakat yang melakukan pembakaran hutan sembarangan. Mari kita jaga hutan, jaga kampung dan jaga lingkungan kita bersama,” tutup Jhoni Kaliele.

0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar