Advertisement
(160 x 600)
Advertisement
(160 x 600)
logo_header_jurnposcom.jpg
Mengabarkan Fakta dan Mencerahkan
Advertisement (728 x 90)
Advertisement
(970 x 90)

Di Usia 120 Tahun, Siti Khodijah dan Sepiring Daun Kelor

Di Usia 120 Tahun, Siti Khodijah dan Sepiring Daun Kelor
BANGKALAN, jurnpos.com – Pagi itu di Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, matahari belum terlalu tinggi. Di dalam sebuah rumah sederhana, terbaring Siti Khodijah. Perempuan kelahiran 12 Februari 1906 itu kini telah menginjak usia 120 tahun.

Tubuhnya renta. Penglihatannya redup. Tapi telinganya masih jeli menangkap suara. Dan lisannya, masih hafal lantunan takbir ketika waktu salat tiba.

Tidak ada ramuan ajaib. Tidak ada jamu khusus yang ia teguk setiap hari.
"Beliau hidup sederhana saja," kata Bambang Setiawan, Kepala Dispendukcapil Bangkalan, usai bertandang ke rumah Siti, Jumat (7/8/2026).

Kesederhanaan itu juga tercermin dari dapurnya. Usman, sang menantu, menuturkan keluarga mereka adalah petani. Menu sehari-hari jauh dari kata mewah.
"Tidak mengonsumsi jamu. Kami senang mengonsumsi sayuran. Daun kelor salah satunya," ujarnya pelan, Kamis (6/8/2026).

Ya, daun kelor. Daun hijau yang tumbuh di pekarangan, yang dulu mungkin dipetik Siti sendiri saat tubuhnya masih kuat.

Dulu, jauh sebelum usia menginjak 110 tahun, Siti adalah perempuan yang rajin. Abdul Halim, cucunya yang kini merawat, masih ingat betul.
"Nenek ketika masih sehat, sangat aktif di pagi hari. Selepas salat subuh, ketika suasana masih gelap, beliau menyapu pekarangan," kenangnya.

Kini sapu itu sudah lama disimpan. Langkah Siti terhenti sejak satu dekade lalu. Aktivitasnya terbatas pada berbaring dan duduk. Tapi ingatannya belum sepenuhnya pergi. Ketika waktu asar tiba, cukup diingatkan, ia akan mengangkat tangan dan menunaikan salat dalam posisi duduk. Hafalan bacaannya masih mengalir sampai salam terakhir.

Nama Siti Khodijah baru muncul ke permukaan setelah Dispendukcapil Bangkalan memantau Data Kependudukan Bersih pada Juli 2026. Ternyata, usianya melampaui catatan sebelumnya, Maryam dari Desa Durjan, Kokop, yang berusia 118 tahun.

"Mungkin pada DKB semester II nanti, Ibu Maryam dan Ibu Khodijah menjadi dua penduduk tertua di Indonesia," kata Bambang.

Di tengah hiruk pikuk dunia yang mengejar awet muda dengan suplemen mahal, Siti Khodijah justru memilih diam. Hidup sederhana, makan dari tanah sendiri, dan bersujud tepat waktu.

Mungkin, resep panjang umur tidak pernah ditulis. Ia hanya dijalani. Hari demi hari. Seperti daun kelor yang tumbuh tanpa diminta, tapi selalu ada ketika dibutuhkan.

0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar